JOHOR BAHRU Hukum tembak.com.Sepak bola pelajar Bangka Belitung kembali menorehkan catatan penting di level internasional. Sejumlah pesepak bola muda asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terpilih memperkuat Tim Pelajar Indonesia U-16 pada turnamen sepak bola pelajar antarnegara ASEAN TSSX/IEDT 2026 yang akan berlangsung di Johor Bahru, Malaysia, 25–28 September 2026.

Terpilihnya para pemain muda tersebut bukan datang secara tiba-tiba. Mereka masuk radar talent scouting setelah tampil dalam kompetisi pelajar tingkat nasional di Majalengka, Jawa Barat, pada pertengahan Juli 2026.

Para pemain tersebut sebelumnya memperkuat Babel Jaya Football Academy dan berhasil membawa timnya finis di posisi ketiga pada seri nasional Indonesia Sentra League yang berlangsung di Stadion Warung Jambu, Majalengka.

Head Coach Tim Pelajar Indonesia U-16, Bachtiar Hamid, mengatakan pemanggilan pemain asal Bangka Belitung merupakan bagian dari hasil pemantauan langsung terhadap performa mereka di tingkat nasional.

“Mereka terpilih berdasarkan hasil talent scouting pada kejuaraan pelajar Indonesia seri nasional di Majalengka, Jawa Barat. Saat itu mereka memperkuat Babel Jaya Football Academy dan berhasil meraih posisi ketiga,” kata Bachtiar Hamid.

Dari Babel untuk Merah Putih

Dalam materi yang disampaikan, pemain asal Bangka Belitung tersebut berasal dari sejumlah kabupaten.

Daffa Khairan disebut berasal dari Belitung Timur. Sementara M. Faris dan M. Rehan berasal dari Bangka Tengah. Kenza Romadoni berasal dari Bangka Selatan.

Adapun dari Bangka Barat tercantum empat nama, yakni Damar Hariri, Aksay, Obi Saputra dan M. Fahri.

Dengan demikian, terdapat delapan nama yang tercantum dalam daftar materi awal. Jumlah resmi pemain yang akan diberangkatkan perlu dikonfirmasi kepada manajemen tim sebelum publikasi final.

Kehadiran mereka di skuad nasional pelajar U-16 menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia muda di daerah mampu membuka jalan menuju panggung internasional.

Bukan sekadar membawa nama klub atau daerah, para pemain muda tersebut kini membawa nama Indonesia dalam kompetisi sepak bola pelajar kawasan ASEAN.

Kamis Bertolak ke Malaysia

Tim dijadwalkan bertolak menuju Malaysia pada Kamis, 24 September 2026, menggunakan penerbangan Sriwijaya sekitar pukul 11.00 WIB.

Sesampainya di Johor Bahru, para pemain asal Bangka Belitung akan bergabung dengan pemain pelajar Indonesia lainnya yang berasal dari Jawa Barat, Sulawesi Selatan, serta Kepulauan Riau, khususnya Kabupaten Lingga.

Bachtiar mengatakan proses awal yang akan dilakukan adalah membangun kekompakan dan adaptasi antarpemain karena skuad tersebut dihuni pemain dari berbagai daerah.

“Insyaallah kami akan melakukan adaptasi bersama anak-anak pemain pelajar lainnya selama di Johor Bahru, Malaysia. Mereka harus cepat menyatu karena membawa satu nama, yaitu Indonesia,” ujar Bachtiar.

Bachtiar Hamid tidak bekerja sendiri. Ia akan didampingi Coach Asep Mulyana dari Majalengka, Jawa Barat, untuk mengarsiteki Tim Pelajar Indonesia U-16 dalam turnamen TSSX/IEDT 2026.

Target Empat Besar, Bidik Ulang Semifinal

Bachtiar menyadari perjalanan Tim Pelajar Indonesia U-16 tidak akan mudah. Turnamen ini mempertemukan tim-tim pelajar dari sejumlah negara ASEAN dengan kualitas permainan yang kompetitif.

Indonesia dijadwalkan menghadapi persaingan dari tim pelajar Malaysia, Thailand, Singapura dan Myanmar. Sementara Australia yang pada edisi sebelumnya berstatus juara bertahan disebut tidak ambil bagian dalam turnamen tahun ini.

“Kami tidak muluk-muluk. Bisa masuk empat besar saja sudah menjadi prestasi yang luar biasa. Insyaallah kami berusaha mengulangi pencapaian masuk semifinal seperti tahun kemarin di Sabah, Kinabalu, Malaysia,” kata Bachtiar.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa skuad Indonesia tidak datang sekadar untuk memenuhi undangan. Pengalaman tahun sebelumnya menjadi modal untuk kembali bersaing di fase akhir turnamen.

Dari Semifinal Kinabalu Menuju Target Final

Manajer Tim Pelajar Indonesia U-16, H. Sugianto, mengatakan keikutsertaan tahun 2026 merupakan penampilan kedua Indonesia dalam ajang antarpelajar ASEAN tersebut.

Pada 2025, Tim Pelajar Indonesia tampil di Kinabalu, Sabah, Malaysia, dan berhasil mencapai babak semifinal.

“Keikutsertaan Tim Pelajar Indonesia U-16 ini merupakan yang kedua kalinya di ajang antarpelajar ASEAN. Tahun 2025 kemarin kami di Kinabalu, Malaysia, keluar sebagai semifinalis. Semoga tahun ini kami bisa melampaui target dan bisa masuk final,” ujar H. Sugianto.

Target tersebut tentu menuntut lebih dari sekadar kemampuan individu. Para pemain yang berasal dari berbagai daerah harus mampu membangun chemistry dalam waktu singkat, memahami strategi pelatih, sekaligus menjaga mental bertanding ketika menghadapi lawan dari negara lain.

Di titik inilah kualitas pembinaan dan mental pemain muda Indonesia akan diuji.

Babel Kirim Talenta, Indonesia Bawa Harapan

Keberangkatan para pemain muda Bangka Belitung ke Malaysia menjadi momentum penting bagi sepak bola usia dini di daerah.

Mereka tidak lagi hanya berbicara mengenai kompetisi lokal. Seleksi nasional, talent scouting, dan panggung ASEAN kini menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Bagi Bangka Belitung, keberadaan pemain daerah dalam skuad Tim Pelajar Indonesia U-16 juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa talenta sepak bola tidak hanya lahir dari pusat-pusat pembinaan sepak bola di Pulau Jawa.

Dari lapangan-lapangan daerah, talenta muda bisa menembus kompetisi nasional dan kemudian mengenakan jersey Indonesia.

H. Sugianto pun meminta dukungan masyarakat Indonesia agar perjuangan skuad pelajar Merah Putih di Malaysia dapat berjalan maksimal.

“Mohon doa masyarakat Indonesia agar kami bisa membawa pulang prestasi yang membanggakan,” tuturnya.

Kini perhatian tertuju ke Johor Bahru.

Di sana, para pemain muda Indonesia akan membawa lebih dari sekadar ambisi pribadi. Mereka membawa nama daerah, membawa hasil pembinaan panjang, dan terutama membawa nama Indonesia di hadapan lawan-lawan pelajar dari kawasan ASEAN.

Dari Babel menuju Johor Bahru. Dari lapangan pelajar menuju panggung ASEAN. Merah Putih kini menunggu pembuktian mereka.