JAKARTA Hukum Tembak.com.Nama Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. H. Nazali Lempo, S.H., M.H., M.Tr.Opsla., CHRMP kembali menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai figur yang dinilai layak dipertimbangkan untuk memimpin Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Sejumlah pihak dalam beberapa pekan terakhir telah menyampaikan dukungan agar Nazali Lempo dipertimbangkan sebagai salah satu calon Jaksa Agung. Pemberitaan mengenai dorongan tersebut muncul dari berbagai organisasi dan kelompok masyarakat. �
https://sigapnews.co.id/ +2
Nama Nazali Lempo memiliki latar belakang panjang di bidang penegakan hukum militer. Ia pernah mengemban sejumlah jabatan strategis, termasuk Komandan Pusat Polisi Militer TNI (Danpuspom TNI) dan Oditur Jenderal TNI. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan pendukungnya menilai Nazali memiliki pengalaman yang relevan dengan kepemimpinan di bidang penegakan hukum. �
DETIK PERISTIWA
FERIYAWANSYAH: PENEGAKAN HUKUM MEMBUTUHKAN KEPEMIMPINAN YANG KUAT
Advokat FERIYAWANSYAH, S.H., M.H., CPCLE menyatakan dukungannya terhadap gagasan agar Nazali Lempo dipertimbangkan dalam bursa calon Jaksa Agung.
Menurutnya, persoalan penegakan hukum tidak hanya berkaitan dengan penindakan, tetapi juga menyangkut integritas aparat, profesionalitas, pengawasan, transparansi dan keadilan bagi masyarakat.
“Bagi saya, penegakan hukum membutuhkan figur yang mempunyai pengalaman, integritas, keberanian mengambil keputusan dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat. Karena itu, nama Nazali Lempo patut menjadi salah satu figur yang dipertimbangkan,” ujar Feriyawansyah.
Ia juga menilai pengalaman Nazali di bidang hukum militer memberikan perspektif tersendiri mengenai disiplin, tata kelola penegakan hukum dan kepemimpinan institusi.
GAGASAN “RESET” PENEGAKAN HUKUM
Wacana mengenai Nazali Lempo juga dikaitkan dengan gagasan pembenahan sistem penegakan hukum.
Dalam pemberitaan sebelumnya, konsep yang ditawarkan Nazali antara lain mencakup penguatan integritas sumber daya manusia, percepatan penanganan perkara, digitalisasi, pengawasan, pemulihan aset negara serta penguatan penanganan kejahatan lintas batas dan maritim. �
Portal Papua
Konsep tersebut menempatkan reset bukan sebagai penghapusan sistem, melainkan sebagai evaluasi, perbaikan dan penguatan tata kelola penegakan hukum.
NAZALI: JABATAN BUKAN AMBISI PRIBADI
Dalam pemberitaan September 2026, Nazali Lempo sendiri telah menyampaikan kesiapannya apabila suatu saat dipercaya negara untuk memimpin Kejaksaan Agung. Namun ia juga menyatakan bahwa jabatan tersebut bukan merupakan ambisi pribadi setelah menyelesaikan pengabdian di lingkungan militer. �
Indeks
Sikap tersebut membuat pembahasan mengenai dirinya semakin berkembang di ruang publik, meskipun belum berarti Nazali Lempo telah ditetapkan sebagai calon resmi atau Jaksa Agung.
DUKUNGAN FERIYAWANSYAH
Dalam foto yang beredar, Feriyawansyah terlihat bersama Nazali Lempo dalam suasana pertemuan dengan simbolisasi jabat tangan sebagai bentuk hubungan dan dukungan.
Feriyawansyah menegaskan bahwa dukungan tersebut ditempatkan dalam konteks harapan terhadap masa depan penegakan hukum Indonesia.
“Hukum harus kuat, tetapi kekuatan hukum harus berjalan bersama integritas, profesionalitas, transparansi dan keadilan. Indonesia membutuhkan penegakan hukum yang memberikan rasa percaya kepada masyarakat.”
Menurutnya, siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin Kejaksaan Agung harus mampu menjawab tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
“Ini bukan sekadar persoalan siapa yang menduduki jabatan. Yang lebih penting adalah gagasan, integritas, kapasitas dan arah pembenahan penegakan hukum Indonesia ke depan,” pungkas Feriyawansyah.
FERIYAWANSYAH, S.H., M.H., CPCLE
Advokat


